9

Logika vs Perasaan (part 1)

Masalah logika dan perasaan?? inilah yang sering membuat galau di suatu hubungan..
pria yang selalu menggunakan logikanya sedangkan wanita yang selalu menggunakan perasaannya. Tak heran, perbedaan ini sering menimbulkan masalah dan pertengkaran.
Tak ada yang harus disalahkan..
karena perbedaan ini lah yang akan dipersatukan dalam sebuah hubungan agar bisa mengisi satu sama lainnya.
Jika wanita berfikiran x, pria pasti berfikiran y.
pernahkah wanita berfikir sama dengan pria? tentu tidak..

pernahkah pria berfikir sama dengan wanita? tentu saja juga tidak..

karena perbedaan ini, wanita kadang menganggap pria tidak mengerti, pria tidak peka, pria tak pernah tau apa ingin wanita, pria tak bisa membaca kode-kode yang diberikan wanita. Tak heran kalau seandainya ada kata-kata pria yang sering menyakitkan hati wanita.
seperti:

  1.  “kenapa kamu diam saja? aku udah kaya orang bego ngomong sendiri” (padahal wanita terdiam karena hatinya sedang menangis)
  2. “kamu lagi sibuk ya, yaudah deh, aku gak bakalan ganggu kamu” (padahal setiap detik wanita ingin berkomunikasi dengan pria)
  3. “kalau kamu gak betah sama aku, cari aja cowok lain” (wanita menganggap tak ada pengorbanan dari pria untuk mempertahankan hubungan)
  4. “dari sikap kamu aja udah terlihat, kamu berubah, udah gak kayak dulu lagi” (kadang membuat wanita bertanya-tanya, apa yang salah pada dirinya, karena wanita yang tulus mencintai pria tak kan pernah berubah, kecuali ada alasannya)
  5. “cari aja pria lain yang bisa buat kamu bahagia dibanding aku” (wanita menganggap pria ingin putus dan tak betah dengannya)
  6. “aku ini cuma sampah” (wanita tidak suka kalimat ini, baginya pria yang dia cintai itu sangat special, jika pria menyebut kalimat ini, malah wanita akan muak sendiri)
  7. Dan sebagainya

Pria merasa kalimat-kalimat itu tidak ada salahnya, karena memang itulah logikanya, yang ia pikirkan. Tapi pria tidak tahu bahwa terkadang ada kalimat-kalimat atau kata-kata yang menyinggung wanita, yang membuat hatinya sakit seperti tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepadanya, padahal sebenarnya itu tidak benar.

Sedangkan wanita,ingin dimengerti, ingin dimanja, ingin diperhatikan, kadang ia ingin bersandar di pundak pria saat ia kelelahan, ia ingin pria menghapus air matanya ketika ia menangis. Ia ingin pria memberikan surprise mendadak seperti bunga atau cokelat, wanita selalu ingin menghabiskan waktunya bersama pria yang dia cinta. Ia rela menghabiskan waktunya bersama pria, sebenarnya ia tak pernah bosan untuk terus berkomunikasi dengan pria.

Tak ada wanita lain yang boleh masuk dalam hubungan mereka, baik untuk curhat, teman dekat, ataupun yang berhubungan dengan wanita lainnya. Tak ada seorangpun, kecuali dia. Egoiskah wanita? Iya..
tapi tahukah pria bahwa wanita memikirkan itu semua? Tidak.
sebanyak apapun pria membuat wanita menangis, sakit hati, jatuh, kecewa, direndahkan, kadang dihina. Tapi wanita tetap mampu menerima dengan tulus, mampu bertahan karena dia punya satu alasan bahwa ia cinta dan tak ingin kehilangan orang yang dia sayangi. Dan tak heran kalau wanita dianggap makhluk bodoh karena ia tak pernah bisa menjelaskan perasaannya kepada orang lain.
Tahukah pria? Ketika wanita dalam masalah, dia selalu menutupinya. Ia tak ingin terlihat punya masalah, ia menutup sedihnya dengan senyuman dan tawa walaupun hatinya menangis.
Ketika pria sibuk bermain dengan teman dan hobinya, wanita mengerti. Tp sering kali dia merasa bersedih karena ditinggal sang pria.

Wanita selalu berkhayal dan memikirkan pria yang ia cintai sebelum ia tertidur dan pada saat ia terbangun. Wanita selalu menginginkan kata-kata romantic dan penenang hatinya seperti:

  1. “bagaimana hari ini sayang?”
  2. “kamu kenapa menangis? Siapa yang membuatmu menangis? Aku tak kan pernah tega melihat air matamu keluar”
  3. Saat pertengkaran “jangan emosi sayang, kita selesaikan masalah ini bersama, pasti ada jangan keluar”
  4. “aku akan tetap mempertahankanmu, aku tak kan membiarkan kamu jatuh ke tangan orang lain, aku yang akan menjadi imammu kelak, dan akan membuatmu bahagia bukan orang lain”
  5. “apa yang aku bisa lakukan untuk mebuatmu tersenyum?”
  6. Dan sebagainya

Setiap wanita tak ingin disalahkan, walau dia salah. Jangan mengeluarkan kata-kata “kamu susah dibilangin”, “kamu kan juga sama kayak gitu” dalam kondisi dan situasi yang tidak stabil. Tapi, tunggu dia tenang dan keluarkan kata-kata yang membuat dia sadar akan kesalahannya, bukan langsung dijatuhkan seperti “sayang itu gak baik, sebaiknya ………” (ini lebih bisa dia terima)
ketahuilah, ada kondisi dan situasi wanita yang membuat dia badmood..

Saat dia sedang bercerita dan mencurahkan emosinya, tolonglah pria tenang dan tanggapi dengan baik. Jangan menambah emosinya, wanita hanya ingin mencurahkan isi hatinya, bercerita apa yang dia rasa. Dia mengharapkan pria itu dipihaknya.

Tapi itu semua tergantung pada pribadi masing-masing yang bisa mengontrol keadaan, sifat yang begini patut disyukuri, ini pemberian Tuhan yang tidak bisa disalahkan. Intinya kita harus bisa saling mengerti satu sama lain, bijaksanalah !

Tuhan memang punya rencana baik, kelak wanita akan menjadi ibu, tentulah ia diberi perasaan yang lebih dibanding pria, karena disitulah istimewanya.

Perasaanlah yang membuat cinta itu buta tanpa penjelasan.

____to be continued____

Image

Advertisements